PENGEMBANGAN SISTEM PENYIRAMAN TANAMAN OTOMATIS BERBASIS SENSOR MENGGUNAKAN ARDUINO UNO

Authors

  • ahmadyasin Universitas Ibrahimy Author

Keywords:

Arduino Uno, irigasi otomatis, tingkat kelembapan tanah, DHT22, pertanian

Abstract

Penyiraman tanaman dengan tangan masih sering menyebabkan masalah, seperti waktu penyiraman yang tidak tepat, terlalu banyak air yang diberikan, atau terlalu sedikit air yang menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat sistem penyiraman tanaman secara otomatis menggunakan Arduino Uno, dengan menggunakan sensor kelembapan tanah dan sensor DHT22 untuk mengukur suhu serta kelembapan udara. Metode yang digunakan adalah metode desain dengan pendekatan eksperimental melalui simulasi menggunakan Wokwi. Sistem ini menggunakan sensor kelembapan tanah dan sensor DHT22 sebagai alat masukan, Arduino Uno sebagai pengendali utama, serta motor servo, layar LCD ukuran 16x2, lampu LED sebagai indikator, dan tombol tekan sebagai perangkat keluaran. Penelitian menunjukkan bahwa sistem bisa mengukur kondisi kelembapan tanah, suhu udara diatas 25 derajat celcius, dan kelembapan udara dibawah 80%, serta memberikan opsi penyiraman manual dengan menekan tombol. Sistem tersebut mampu membuat keputusan yang lebih cocok dan baik dalam menyiram tanaman karena memperhatikan beberapa faktor lingkungan, berbeda dengan sistem yang hanya mengandalkan satu faktor saja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Bajiel Rifaat, F. Sephiani, and P. Studi Teknik Elektro, “Pengembangan Sistem Penyiram Tanaman Otomatis Berbasis IoT Menggunakan Sensor Suhu, Kelembapan Udara dan Kelembapan Tanah,” VERTEX ELEKTRO Jurnal Teknik Elektro UNISMUH, vol. 16, no. 2, pp. 15–23, 2024.

J. J. S. Dethan, “Estimasi Pemberian Air terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkung (Ipomea Aquatica) Berdasarkan Cropwat 8.0 di Wilayah Semi Arid,” JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, vol. 7, no. 3, pp. 3439–3447, 2024, doi: 10.54371/jiip.v7i3.3932.

J. Handoyo and E. Febrianto, “Fuzzy-Adaptive Smart Irrigation: Sistem Otomatis Penyiraman Tanaman Berbasis IoT dengan Prediksi Kebutuhan Air Real-Time,” INSANtek, vol. 6, no. 2, pp. 71–81, 2025, doi: 10.31294/insantek.v6i2.11145.

J. L. Informatika, “PENERAPAN SENSOR KELEMBAPAN TANAH UNTUK,” pp. 1–12, 2025.

Y. Bantaika, D. Nababan, and R. Risald, “Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno,” Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI), vol. 7, no. 5, pp. 1477–1483, 2024, doi: 10.32672/jnkti.v7i5.8071.

P. Otomatis, I. O. Things, and S. Kelembapan, “Approved: 22-09-2024,” vol. 1, no. 4, pp. 4–6, 2024.

Z. Wang, M. Slot, and C. Wang, “Decoupling of stomatal conductance, transpiration and photosynthesis in terrestrial plants under elevated temperature: a meta-analysis,” Nat. Commun., 2026, doi: 10.1038/s41467-025-68250-x.

D. A. N. S. Penanggulangan, “Prefix DOI : 10.8734/CAUSA.v1i2.365,” vol. 14, no. 1, pp. 2–7, 2025.

S. Kasus, K. Putusan, and M. Konstitusi, “Jurnal Sains Informatika Terapan ( JSIT ) Jurnal Sains Informatika Terapan ( JSIT ),” pp. 187–201, 2025.

A. Raffel, T. Teknik Elektro, and U. Widya Kartika, “Rancang Bangun Alat Penyiram Tanaman Otomatis dengan Menggunakan Metode Fuzzy Mamdani Berbasis Internet of Things (IoT),” Jurnal Teknologi Elektro, vol. 15, no. 02, p. 109, 2024, doi: 10.22441/jte.2024.v15i2.005.

Downloads

Published

2026-06-29

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1-10 of 82

You may also start an advanced similarity search for this article.